“Kalau tiba saatnya saya dipanggil oleh Yang Mahakuasa, mengenai diri saya selanjutnya sudah saya tetapkan, saya serahkan kepada istri saya.”
PERNYATAAN di atas terdapat dalam buku otobiografi, “Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya” (Citra Lamtoro Gung Persada, 1989:561). Namun, ternyata istrinya Siti Hartinah atau yang akrab disapa Ibu Tien, meninggal dunia lebih dulu 28 April 1996 akibat sakit jantung.
Sepeninggal Ibu Tien, bintang “Sang Jenderal Besar” pun terus meredup. Kariernya sebagai presiden selama 30 tahun mulai terguncang, khususnya setelah terjadi krisis moneter Agustus 1997. Krisis pun berkembang menjadi krisis ekonomi 1998, yang berbuntut lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan, Mei 1998.
PERNYATAAN di atas terdapat dalam buku otobiografi, “Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya” (Citra Lamtoro Gung Persada, 1989:561). Namun, ternyata istrinya Siti Hartinah atau yang akrab disapa Ibu Tien, meninggal dunia lebih dulu 28 April 1996 akibat sakit jantung.
Sepeninggal Ibu Tien, bintang “Sang Jenderal Besar” pun terus meredup. Kariernya sebagai presiden selama 30 tahun mulai terguncang, khususnya setelah terjadi krisis moneter Agustus 1997. Krisis pun berkembang menjadi krisis ekonomi 1998, yang berbuntut lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan, Mei 1998.